Google Analytics Alternative

Rahasia dibalik Psikotes

Rahasia dibalik Psikotes

Karies, pernahkah kita berfikir apa saja sih yang dinilai ketika kita melakukan psikotes kerja? Mungkin banyak diantara kita yang menebak – nebak tentang apa yang dinilai dari sebuah psikotes. Entah itu sikap, gestur kita, ataupun cara bicara kita. Untuk itu, mari kita bahas mengenai psikotes.

Biasanya psikotest digunakan oleh perusahaan untuk kepentingan penyeleksian calon karyawan yang mempunyai kriteria dan kualitas yang dianggap memenuhi syarat jabatan. Sedangkan untuk calon karyawan, tes psikologi sangat berguna untuk mengetahui potensi, kekuatan dan kelemahannya serta bagaimana menyesuaikan diri dengan pekerjaan yang akan dipilihnya

Tapi tahukah kariers, bahwa psikotes memiliki rahasianya sendiri dibalik serangkaian tes yang kerap menyulitkan para pelamar ? berikut paparan menurut Dewi Maulina M.Psi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Biasanya ada tiga hal utama yang digali dari individu melalui psikotes, yaitu:

1. Aspek kemampuan

Salah satu segi dari aspek kemampuan adalah kemampuan analitis dan sintesis (daya nalar) dalam pemecahan masalah. Dalam hal ini kemampuan individu dalam memecahkan masalah adalah hal utama yang diukur oleh seorang penguji. Selain kemampuan memecahkan masalah, kemampuan pengetahuan umum dan kemampuan berhitung juga menjadi hal yang dipertimbangkan.

2.Aspek sikap kerja

Kecepatan kerja dan ketelitian menjadi aspek penting yang dilihat dari calon karyawan. Daya tahan terhadap tekanan (stres), serta keteraturan dalam bekerja pun tidak luput dari perhatian penguji. Maka dari itu, aspek sikap kerja menjadi salah satu aspek penting dalam sebuah pengujian.

3.Aspek kepribadian

Pada aspek ini kemampuan seorang individu diuji dari beberapa segi, diantaranya : kepemimpinan, kerja sama, kematangan emosi, dan kepercayaan diri. Aspek kepribadian lebih menekankan kepada kemampuan internal dari seorang individu.

Pada aspek kemampuan, terutama yang berkaitan dengan kemampuan akademis, psikotes mungkin saja bisa dipelajari dan dilatih. Tapi untuk sikap kerja dan kepribadian, akan sulit dipelajari. Daripada sibuk berlatih dan menghafal soal-soal psikotes, kita lebih baik tampil rileks kariers, sehingga kita dapat mengeluarkan kemampuan yang dimiliki secara optimal. Berlatih hanya akan menambah ketegangan dan mengurangi konsentrasi karena pikiran menjadi terpaku pada apa yang seharusnya ditampilkan.

Related posts

Leave a Reply

%d bloggers like this: