Breaking News

    Sekilas Tentang MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)

    Sekilas Tentang MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory)

    MMPI Adalah kependekan dari Minnesota Multiphasic Persinality Inventory suatu tes psikologi yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi psikopatologi pada seorang subyek. Tes MMPI terdiri dari 567 pernyataan yang perlu dijawab. Peserta/Subjek diberikan mengisi Benar atau Salah untuk setiap pernyataan. Dari sini terlihat apakah pada subyek tersebut terdapat gangguan jiwa, psikopatologi ataukah dia termasuk orang normal yang tidak menderita gangguan jiwa. Yang diukur dalam tes ini adalah ciri-ciri kepribadian yang bersifat relatif menetap (personality Traits). Dengan demikian nilai prediktif dari tes ini cukup tinggi, karena fokusnya adalah ciri-ciri kepribadian, yang dalam jangka waktu yang lama tidak akan berubah banyak. Untuk tes ini tidak memerlukan peralatan banyak, yaitu hanya sebuah buku yang berisi 567 pernyataan beserta pedomanya, lembar jawaban dan tempat yang nyaman untuk dapat bekerja.

    Sewaktu melakukan testing tidak diperlukan tenaga ahli untuk mengawasinya, tetapi dalam analisis dan pelaporan hasilnya diperlukan expertise yang cukup tinggi, yaitu seorang yang tahu benar tentang masalah-masalah klinik psikiatri dan paham pula akan psikometrik. Di Amerika telah tersedia beberapa program computer yang dengan langsung dapat menghasilkan laporan lengkap tentang informasi yang terdapat dalam MMPI, tetapi pada umumnya fasilitas ini lebih banyak digunakan untuk mengadakan seleksi massal. Bagi laporan untuk seorang pasien pada umumnya masih dipergunakan laporan yang lebih terinci dan terarah kepada kepentingan individual pasien.

    Dalam melihat profil subjek, MMPI memiliki 2 skala utama yaitu skala validitas dan skala klinis, yang terdiri dari 3 skala validitas dan 10 standar skala klinis. Skala validitas digunakan untuk membantu mengetahui pengerjaan tes, apakah peserta kooperatif (serius), berbohong (ingin terlihat baik atau terlihat buruk) atau pun peserta mengalami kesulitan untuk memahami dan membaca soal. Skala klinis digunakan untuk membantu dalam mengidentifikasi tipe dan tingkat keparahan kondisi abnormal peserta.

    Sumber:
    Tes Inventory, http://www.mercubuana.ac.id

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: