Breaking News

    Sekilas Tentang Psikologi Positif

    Sekilas Tentang Psikologi Positif

    Pada awalnya psikologi memiliki tiga tujuan utama, yaitu:
    1. Menyembuhkan penyakit mental.
    2. Membantu semua orang untuk hidup dengan lebih produktif dan bermakna.
    3. Mengidentifikasi dan memelihara bakat atau potensi manusia.

    Namun, setelah perang dunia II berakhir yang timbul hanya kesedihan dan trauma bagi seluruh penduduk dunia, muncul berbagai penyakit mental seperti depresi, stress, trauma, dll. Hal ini mengakibatkan banyak praktik psikologi hanya berfokus pada upaya penyembuhan penyakit tersebut yang selanjutnya disebut dengan disease model. Ilmu psikologi yang berkembang justru melupakan kedua tujuan lain dan hanya berfokus pada upaya penyembuhan penyakit mental.

    Banyak psikolog yang tidak menyukai metode ini. Menurut mereka hal itu berarti telah mereduksi arti manusia itu sendiri yaitu, individu yang memiliki potensi dan selalu maju untuk berkembang. Pemikiran inilah yang menjadi dasar bagi Seligman untuk mendirikan psikologi positif. Dia menganggap dengan begitu, maka psikologi telah berpaling dari tujuan awalnya, yaitu untuk membuat orang lebih sejahtera.

    Psikologi positif adalah aliran baru dalam Psikologi setelah Psikoanalisa, Behaviorisme dan Humanisme. Aliran ini yang disebut juga sebagai Psikologi Kebahagiaan lahir pada 1998. Martin Seligman adalah pendiri Psikologi Positif sekaligus presiden Asosiasi Psikologi Amerika atau Asosiation Psychological Assosiation (APA).

    Psikologi positif memelajari apa yang paling berharga dari hidup manusia. Psikologi positif menggunakan pemahaman ilmiah dan intervensi efektif untuk membantu pencapaian kehidupan yang memuaskan daripada menyembuhkan penyakit mental.

    Sebelum Psikologi Positif muncul, Psikologi hanya fokus pada bagaimana mendeteksi dan menyembuhkan penyakit mental tetapi tidak mencari tahu bagaimana agar hidup lebih bahagia. Misalnya, psikoloanalisa hanya memelajari tentang mengapa skizofrenia muncul, apa saja gejalanya, bagaimana terjadinya hingga bagaimana menanganinya. Tetapi Psikoanalisa tidak menjelaskan bagaimana kebahagiaan yang autentik bisa diraih. Aliran Psikologi lainpun juga memiliki pola demikian. Hingga akhirnya Maslow, pencetus aliran Humanisme mengatakan bahwa Psikologi sudah jauh lebih sukses mengetahui sisi negatif manusia daripada sisi positif manusia. Karena itulah, Martin Seligman mulai mencetuskan Psikologi Positif yang menekankan pada penggalian sisi positif manusia. Akhirnya, Psikologi yang pertama dikenal sebagai Psikologi Patologi dan yang kedua dikenal sebagai Psikologi Positif.

    Adapun ruang lingkup Psikologi Positif adalah sebagai berikut :
    1. Positif Subjektif
    Positif subjektif mencakup pikiran konstruktif tentang diri dan masa depan seperti optimisme dan harapan. Positif subjektif juga dapat mencakup perasaan energi, vitalitas, dan keyakinan, atau efek positif emosi seperti tawa.

    2. Tingkat Individu

    Pada tingkat ini Psikologi Positif fokus pada ciri-ciri individu positif, atau yang lebih lama dan persisten pola perilaku yang terlihat pada orang setiap waktu. Penelitian ini mungkin termasuk sifat-sifat individu seperti keberanian, ketekunan, kejujuran, atau kebijaksanaan. Artinya, psikologi positif termasuk studi tentang perilaku positif dan sifat-sifat yang secara historis telah digunakan untuk mendefinisikan “kekuatan karakter” atau kebajikan. Hal ini juga dapat mencakup kemampuan untuk mengembangkan estetika sensibilitas atau tekan menjadi kreatif potensi dan dorongan untuk mengejar keunggulan.

    3. Tingkat Kelompok atau Masyarakat

    Pada tingkat ini Psikologi Positif fokus pada pengembangan, pembuatan, dan pemeliharaan lembaga positif. Dalam psikologi, area positif ditujukan pada isu-isu seperti pembangunan dari nilai-nilai sipil, penciptaan keluarga sehat, studi lingkungan kerja yang sehat, dan masyarakat yang positif. Psikologi positif juga mungkin terlibat dalam investigasi yang melihat bagaimana lembaga-lembaga dapat bekerja lebih baik untuk mendukung dan memelihara semua warga negara mereka mempengaruhi.

    Sumber:
    http://www.wivrit.com, https://www.gabrieldwi.id

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: