Breaking News

    Sikap sebagai karyawan baru

    Sikap sebagai karyawan baru

    Sebagai karyawan baru di lingkungan kerja Anda, apa yang harus Anda lakukan untuk menggalang kerja sama yang baik dengan atasan kariers? Pendekatan yang pertama kali harus dilakukan adalah tanyakanlah secara langsung apakah ada hal-hal spesifik yang ingin dibicarakan dengan Anda, sebelum Anda mulai bekerja. Dalam hal ini, bersikaplah sopan dan jangan kelihatan terlampau gugup ketika menghadapi atasan.

    Berusahalah untuk mempelajari sikap atasan Anda, karena secara tidak langsung karier Anda dipengaruhi dan tergantung pada reaksinya terhadap pekerjaan yang Anda lakukan. Sangat perlu mengenal secara cepat, mengenai kepribadiannya dan cara bekerjanya atasan Anda. Sehingga Anda dapat menyesuaikan diri dengannya, dan dapat membangun kerja sama yang baik. Anda perlu mengetahui sejauh mana wawasan dan pandangannya, pola kepemimpinan yang dikembangkan, kelebihannya, kelemahannya, dan sebagainya yang kesemuanya akan sangat membantu Anda untuk menempatkan diri secara baik dan benar.

    Selain itu, bertanyalah pada rekan sekerja di dalam satu departemen, bagaimana caranya Anda dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dan mengapa dikerjakan demikian. Dengarkanlah saran-saran mereka. Barangkali memang bermanfaat untuk diterapkan, walaupun mungkin Anda mempunyai cara-cara lain. Juga, berupayalah untuk menerapkan cara kerja yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan Anda, dan sesuaikanlah diri dengan prosedur selaras dengan tanggung jawab Anda.

    Jika Anda telah bekerja dengan baik, maka memang sebaiknya atasan atau rekan kerja lain pun mengetahuinya. Anda dapat secara strategis memperli- hatkannya secara nyata, tanpa maksud untuk sok pamer Salah satu indikasi keberhasilan Anda terletak pada persepsi atasan dan rekan-rekan lain.

    Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat anda menjadi karyawan baru apabila Anda menginginkan atasan  mengetahui keberhasilan Anda, antara lain:

    1. Meyakinkan atasan mengenai bagaimana Anda menjalankan suatu pekerjaan dan sejauh mana hasil yang telah dicapai.
    2. Meminta adanya pertemuan rutin yang membahas dan mengevaluasi hal-hal pekerjaan departemen Anda.
    3. Jika pekerjaan yang didelegasikan pada bawahan Anda dikerjakan dengan baik, lontarkanlah pujian dengan tulus.
    4. Tunjukkan secara tidak langsung mengenai ambisi Anda pada atasan. Tunjukkan pula perhatian Anda pada ambisi tersebut sejauh Anda mampu mempelajarinya.
    5. Bersikap jujur dan terbukalah jika Anda melakukan kesalahan.
    6. Senantiasalah memberikan informasi kepada atasan. Apabila Anda memberikan memo, tulislah secara singkat, jelas, dan tuntas.

    Jika atasan Anda sudah mengetahui eksistensi Anda berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka sebaiknya eksistensi Anda perlu juga diketahui oleh rekan-rekannya. Dengan demikian, Anda tidak hanya dikenal pada satu departemen dan tidak bergantung hanya pada satu atasan, melainkan memiliki jalinan hubungan meluas di dalam lingkungan kerja kariers.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: