Breaking News

    Social Audit Complience

    Social Audit Complience

    Audit dikenal sebagai sebuah penilaian (assessment). Evaluasi yang melibatkan pengumpulan informasi mengenai sistem dan laporan keuangan perusahaan. Proses audit dilakukan oleh pihak yang kompeten, independen, dan obyektif yang dikenal sebagai auditor atau akuntan.

    Seiring berjalannya waktu, audit tidak hanya mencakup pengumpulan informasi tentang keuangan perusahaan. Kini hal-hal yang berkaitan dengan tanggung jawab perusahaan secara sosial juga harus dilakukan evaluasi secara berkala karena menyangkut kesejahteraan banyak pihak.

    Audit Sosial merupakan cara untuk mendokumentasikan dan meminta pertanggungjawaban perusahaan atas praktik bisnis sosial dan etisnya. Kepatuhan  audit sosial sangat penting untuk menunjukkan bahwa kita bertanggung jawab secara sosial.

    Audit sosial ini terdapat beberapa ruang lingkup, yaitu:

    1. Kebijakan jam kerja, apakah sudah sesuai dengan peraturan pemerintah atau masih melewati jumlah jam kerja yang seharusnya.
    2. Keselamatan kerja, apakah aturan perusahaan sudah menjamin keselamatan karyawannya dalam menjalankan pekerjaannya sehari-hari.
    3. Penggajian, apakah sistem gaji yang diberlakukan sudah mengikuti kebijakan dari pemerintah atau belum
    4. Peraturan mengenai usia kerja, hal ini berkaitan dengan hokum yang berlaku tentang memperkerjakan anak di bawah usia 17 tahun.
    5. Pemberian hak untuk cuti dalam kondisi-kondisi yang mengharuskan, seperti cuti melahirkan untuk karyawan wanita dan cuti menemani istri melahirkan untuk karyawan pria.
    6. Pensiun dan sumbangan hari tua, hal ini berkaitan dengan kesejahteraan dan apresiasi untuk karyawan yang telah memberikan loyalitas tinggi pada perusahaan.
    7. Sumbangan Sosial (CSR), apakah sudah ada andil perusahaan dalam pelaksanaan program-program sosial khususnya untuk masyarakat sekitarnya.

    Sebenarnya masih banyak lagi ruang lingkup dari audit sosial. Hal tersebut bergantung pada kebutuhan dan tuntutan dari perusahaan itu sendiri. Akan tetapi prinsip-prinsip dalam melakukan audit sosial pada dasarnya sama, yaitu:

    1. Totalitas : Apakah hasil yang diinginkan telah tercapai? Seberapa banyak usaha diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan?
    2. Kecukupan: Seberapa jauh pencapaian hasil yang diinginkan telah memecahkan masalah?
    3. Keseimbangan/keadilan : Apakah biaya dan manfaat telah didistribusikan secara sama/seimbang kepada kelompok yang berbeda?
    4. Daya tanggap/responsivitas: apakah hasil kebijakan dapat merespon/memuaskan /memenuhi kebutuhan, preferensi, atau nilai dari kelompok kelompok tertentu?
    5. Kelayakan/ketepatan: apakah hasil yang diinginkan benar benar layak/berguna atau bernilai?

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: