Breaking News

    Surviving Downsizing (Bertahan dalam Masa PHK)

    Surviving Downsizing (Bertahan dalam Masa PHK)

    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah hal yang paling ditakuti oleh pekerja akan tetapi sangat lazim dan sering ditemui di Indonesia. Apa pun penyebab berakhirnya hubungan kerja antara perusahaan dan karyawannya disebut dengan PHK. Dalam dunia kerja, kita lazim mendengar istilah Pemutusan Hubungan Kerja atau yang sering disingkat dengan kata PHK. PHK sering kali menimbulkan keresahan khususnya bagi para pekerja. Bagaimana tidak?  Keputusan PHK ini akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup dan masa depan para pekerja yang mengalaminya.

    Menanggulangi Emosi ketika di PHK:

    Setiap kehilangan memicu kesedihan – dan tidak terkecuali PHK. Seperti halnya proses emosional lainnya, memahami siklus berduka membuatnya lebih mudah untuk ditangani.

    The Grieving Cycle

    1. Pola hidup di atas sebelum di PHK

    2. Kerugian dan guncangan akibat PHK.

    Reaksi emosional, seperti marah, tidak berdaya, dan rasa bersalah. Merasa tidak berdaya dan kehilangan kendali atas pekerjaan kita adalah keadaan yang menakutkan. Anda mungkin merasa marah pada atasan Anda, di perusahaan, direktur pengelola, Tuhan, atau pemerintah. Rasa marah yang mendasari yang Anda rasakan terhadap diri sendiri dapat dialihkan ke keluarga Anda. Kemarahan adalah emosi utama setelah perampingan. Dipicu oleh rasa frustrasi dan ketidakberdayaan. Ini juga bisa menjadi penutup untuk rasa takut dan kecemasan tentang masa depan. Kemarahan yang di tahan sering kali dapat berubah menjadi depresi dan apati yang pada gilirannya mengarah pada harga diri yang rendah dan kurang percaya diri. Anda mungkin mengalami gejala kecemasan saraf internal. Penyakit psikosomatis seperti sakit punggung, sakit kepala, atau penyakit dapat bermanifestasi. Anda mungkin merasa sangat mengasihani diri sendiri.

    3. Onset proses berduka di mana realitas diberhentikan dialami.

    4. Suatu perubahan di mana kerugian diterima dan gagasan mempekerjakan kembali menjadi kenyataan.

    5. Membangun kembali kehidupan kerja yang baru.

    Sumber:
    Laurel Alexander – 675 Ways to Develop Yourself
    https://gajimu.com

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: