Breaking News

    Tidak semua kedukaan membutuhkan terapi

    Tidak semua kedukaan membutuhkan terapi

    Memaksa orang untuk menyesuaikan diri dengan proses kedukaan ternyata justru menghambat proses berduka. Menurut George Bonanno, Ph.D., seorang profesor psikologi dan pendidikan di Columbia University, yang meneliti tentang Grieving, menyatakan bahwa terapi Grieving tidak selalu dibutuhkan. Ia meneliti bahwa tidak ada efek yang signifikan dari terapi yang diberikan secara keseluruhan, justru sepertiga dari orang-orang ini menjadi lebih buruk kondisinya. Tapi temuan ini tidak berlaku untuk mereka yang kehilangan orang yang dicintai dalam keadaan yang traumatis.

    Menurutnya, orang yang berduka biasanya akan mengalami depresi yang berat 1-3 tahun setelah kehilangan. Sebanyak 90% dari orang-orang ini tidak membutuhkan perawatan professional. Bahkan sebanyak 50% dari orang yang berduka merasa baik-baik saja, tanpa memerlukan terapi. Namun seringkali orang yang tampak pulih langsung dinilai mengalami masalah oleh para dokter dan klinisi. Padahal, menurutnya lagi, semakin sedikit orang yang berduka atas kesedihan di sekitarnya, semakin sehat mereka seiring dengan waktu.

    Hal ini sejalan dengan temuan Margaret dan Wolfgang Stroebe, yang menyatakan bahwa terapi tidak memberikan efek yang signifikan. Justru yang perlu didukung adalah kemampuan untuk melanjutkan kehidupan walaupun individu baru saja merasakan kehilangan yang luar biasa. Bukan membicarakan tentang kehilangan itu sendiri.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: