Breaking News

    Tips Menjadi Seorang Ibu yang Realistis

    Tips Menjadi Seorang Ibu yang Realistis

    Waktu yang dimiliki seorang ibu itu sama dengan yang lainnya; 24 jam. Bagi Ibu yang menjalankan peran ibu bekerja tentu memiliki tantangan sendiri. Pun demikian bagi seorang ibu yang beraktivitas di rumah.

    Bunda yang beraktivitas di rumah, derajat kesulitannya berada pada keteraturan. Apalagi jika sedang menyusui. Aktivitas menyusui kan tidak bisa diduga jam berapa kita melakukannya. Jam tidur bayi juga tidak selalu pas.

    Ketidakteraturan ini menimbulkan kegelisahan tersendiri. Inginnya mengerjakan ini itu, tapi kapan mulai, kapan mengakhirinya tak menentu.

    Jika terasa sekali perasaan gagal menjadi ibu yang baik dan benar, karena terbengkalainya pekerjaan. Segera menepilah. Tenangkan diri.

    Lalu dalam ketenangan itu, tulislah tugas-tugas utama ibu, misal:

    • Mendidik anak anak

    • Menata rumah

    • Menyediakan makanan

    • Mencuci baju

    • Menjemur baju

    • Menyetrika baju

      dan lain lain

    Berapa waktu yang diperlukan untuk setiap pekerjaan. Lalu kapan waktu itu tersedia.

    Analisa juga system support yang Bunda miliki apa saja. Atau ada tidak yang tadinya kita tidak miliki lalu bisa kita miliki.

    Misal, setelah di-list ternyata ada waktu satu jam setiap setelah bayi tidur malam. Satu jam ini mau dipakai apa? Jika kita memilih mengerjakan semua, kan tidak akan tuntas. Lalu dipakai apa? Maka pilihlah pekerjaan yang mencukupi waktu menyelesaikannya. Misal dipakai mencuci atau menyetrika bergantian dua hari sekali.

    Pagi punya waktu sedikit untuk masak ketika suami belum berangkat. Menu apa yang bisa satu menu tapi kandungan gizinya lengkap. Siang tak terkejar masak, cari solusinya, dari mulai memakai tips memasak cepat sampai membeli matang. Pilih sesuai kemampuan dan kebahagian.

    Ketika saya memutuskan tidak memiliki asisten rumah tangga dengan berbagai pertimbangan, maka perlengkapan yang bisa disediakan, disediakan agar pekerjaan bisa dilakukan tanpa rasa malas.

    Semua hal berkaitan dengan pekerjaan direnungkan dan dipikirkan strateginya. Bukan sekedar dipikirkan banyaknya pekerjaan.

    Hindari overload pekerjaan.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: