Breaking News

    Toxic Employee, Dismiss or No?

    Toxic Employee, Dismiss or No?

    Jika Anda memutuskan untuk memecat seseorang, langkah pertama Anda harus mendokumentasikan pelanggaran yang dilakukannya. Anda menginginkan untuk menegakkan pola perilaku yang baik, Anda harus mengatasinya, mencari informasi, memberikan teguran atau pembinaan karyawan, dan kegagalan karyawan untuk dia bisa berubah. Termasuk “material pendukung” seperti: komplain, evaluasi kinerja, penilaian dari rekan kerjanya. Intinya adalah untuk melindungi Anda dan perusahaan Anda dan menjelaskan pada karyawan tersebut mengapa mereka dipecat.

    Bahkan jika Anda tidak bisa menyingkirkan toxic employee, Anda bisa memisahkan mereka dari anggota tim yang lain sehingga kerusakannya tidak menyebar luas. Penelitian Minor menunjukkan bahwa orang-orang yang berdampingan dengan toxic employee cenderung menjadi toxic employee pula, tapi kabar baiknya adalah resiko itu akan hilang dengan sendirinya. Semakin cepat Anda memberikan jarak fisik antara toxic employee dengan karyawan lainnya – seperti contoh menata ulang meja kerja, pemindahan tugas kerja, Anda akan melihat situasinya segera membaik. Pastikan Anda melakukannya dengan bijaksana. Biarkan karyawan datang pada Anda dengan komplain mereka mengenai toxic employee dan komunikasikan secara empat mata untuk memberitahukan mereka agar meminimalisir interaksi dengan toxic employee tersebut.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: