Breaking News

    Tujuan dan Langkah-langkah Melakukan HR Audit

    Tujuan dan Langkah-langkah Melakukan HR Audit

    HR Audit merupakan proses untuk menelaah apakah implementasi praktek aktifitas HRD di unit-unit dalam perusahaan sesuai dengan standard perusahaan. Salah satu keahlian yang harus dimiliki oleh praktisi HRD adalah bagaimana melakukan HR Audit dengan baik, benar, terarah dan sistematis, yang akan menghasilkan sebuah sistem HR yang akan menjadi lebih baik dan produktif.

    Tujuan dilakukannya HR audit antara lain:

    1. Meninjau setiap aspek pengelolaan SDM untuk mengetahui keefektifan masing-masing program dalam suatu organisasi.
    2. Untuk mencari penjelasan dan informasi mengenai kegagalan dan keberhasilan SDM.
    3. Mengevaluasi pelaksanaan kebijakan.
    4. Mengevaluasi kinerja staf personalia dan karyawan.
    5. Mencapai prioritas, nilai dan tujuan filosofi manajemen.

    Menurut William Werther dan Keith Davis, ada lima pendekatan untuk tujuan evaluasi, yang bisa diterapkan pada HR audit, yaitu:

    1. Pendekatan komparatif: auditor mengidentifikasi satu perusahaan sebagai model dan hasil yang diperoleh dari organisasi yang di audit dibandingkan dengannya.
    2. Pendekatan Otoritas Luar: tolok ukur diatur untuk membandingkan hasil sendiri. Standard untuk audit yang ditetapkan oleh konsultan luar digunakan sebagai patokan.
    3. Pendekatan Statistik: informasi statistik yang dipelihara oleh perusahaan sehubungan dengan absensi, perputaran karyawan, dan lain-lain digunakan sebagai ukuran untuk mengevaluasi kinerja.
    4. Pendekatan Kepatuhan: auditor melakukan tinjauan terhadap tindakan masa lalu untuk menentukan apakah kegiatan tersebut sesuai dengan ketentuan hukum dan sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan.

    Berikut langkah-langkah dalam melakukan HR audit yang efektif:

    1. Pantau proses administrasi karyawan untuk tetap sesuai dengan ketentuan dalam menyimpan arsip karyawan
    2. Tinjau proses rekrutmen dan seleksi organisasi untuk memastikan bahwa mereka tidak diskriminatif dan mereka mematuhi kebijakan kesempatan kerja yang sama.
    3. Periksa langkah-langkah keselamatan kerja dan praktik manajemen risiko terutama untuk karyawan yang bentuk pekerjaannya rentan dengan kecelakaan kerja.
    4. Mengevaluasi kesempatan pelatihan dan pengembangan karyawan terutama untuk karyawan baru.
    5. Kompilasi informasi kompensasi dan tunjangan. Tinjau praktik gaji di perusahaan berdasarkan undang-undang upah minimum dan klasifikasi karyawan yang berlaku.

    Sumber:
    www.dresserassociates.com
    www.yourarticlelibrary.com
    www.hrd-forum.com
    www.smallbusiness.chron.com

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: