Breaking News

    Voyeurisme, Mengarah pada Tindak Kriminal

    Voyeurisme, Mengarah pada Tindak Kriminal

    Voyeurisme dalam The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders 5th Edition (DSM V) didefinisikan sebagai munculnya gairah disebabkan melihat orang lain terlanjang tanpa diketahui orang tersebut, atau melihat seseorang sedang berganti pakaian, atau melihat orang lain berhubungan seksual yang dimanifestasikan ke dalam fantasi, dorongan, dan perilaku dalam suatu periode atau selama setidaknya enam bulan. Hopkins et al (2016) menyadari bahwa voyeurisme melibatkan menonton orang lain tanpa izin. Dari situ, Hopkins mulai memulai penelitian mengenai hubungan antara tindakan voyeurisme dan kejahatan/kriminal.

    Dalam beberapa kasus, ditemukan bahwa terdapat jumlah signifikan dari pelaku kejahatan seksual memiliki latar belakang perilaku voyeurisme atau perilaku ekshibisionis. Peneliti mencatat bahwa seseorang dengan penyimpangan seksual akan mengarah pada munculnya adiksi seksual. Adiksi ini akan membuat seseorang memiliki perilaku kompulsif.
    Hopkins mengemukakan bahwa lebih banyak diagnosa klinis dari ekshibisionis daripada voyeurisme, karena perilaku ekshibisionis lebih banyak yang terlihat. Kenyataan ini menjadi data yang sangat berguna bagi peneliti untuk melihat apakah kecenderungan seksual akan selalu mengarahkan pada kejahatan seksual atau tidak.

    Tidak semua orang dengan voyeurisme merupakan pelaku kejahatan seksual, berlaku juga sebaliknya. Peneliti juga masih mendalami mengenai keterkaitan yang lebih jelas atara voyeurisme dan tindakan kriminal.

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: