Breaking News

    Work Engagement in Millenial

    Work Engagement in Millenial

    Sudah menjadi rahasia umum bahwa generasi millennials segera menjadi angkatan kerja terbesar di Indonesia. Dalam survey Dale Carnegie Indonesia mengenai “Employee Engagement Among Millennials”  menyebut hanya 25% tenaga kerja millennials yang terlibat sepenuhnya dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Padahal, peran millennials sebagai angkatan kerja utama di sebuah perusahaan justru semakin besar. Hal ini seiring dengan pensiunnya generasi Baby Boomers dan kenaikan jabatan generasi X.

    Kemudian studi menunjukkan bahwa 9% karyawan milenial menolak terlibat/disengaged dengan perusahaan. Lebih besar lagi, yakni 66%, tenaga kerja milenial cuma terlibat sebagian/partially-engaged.

    Fakta mencengangkan lainnya adalah hanya satu di antara empat millennials yang engaged, dan 64%  terlibat sepenuhnya pasti akan bertahan setidaknya setahun ke depan. Sebaliknya, 60% millennials berencana mengundurkan diri apabila merasa disengaged dengan perusahaan yang sekarang mereka tempati.

    Karyawan yang engaged cenderung loyal dan bersedia bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Tidak hanya bertahan, tetapi juga berkontribusi pada keuntungan perusahaan, dan bekerja secara produktif dan berkualitas.

    Sementara, mereka yang partially-engaged lebih fokus pada pengerjaan tugas, alias yang penting selesai. Selain itu, mereka ini hanya berorientasi pada gaji saja, atau “gw kerjain, gw digaji, gw pulang”. Kategori disengaged lebih berbahaya lagi karena menyebarkan pengaruh negatif, menampakkan ketidakpercayaan dan permusuhan, sudi menyabotase pekerjaan bahkan kemajuan perusahaan.

    Kesiapan perusahaan untuk menyambut tenaga millennials sangat krusial untuk menentukan keberlangsungan usaha. Pembentukan budaya baru yang membuat para milenial ‘feel at home’ sehingga mau terlibat menjadi keharusan. Tenaga kerja millennials memiliki harapan bisa mendapatkan perasaan terjamin dari perusahaan, perusahaan mengapresiasi karyawan, perusahaan menawarkan gaji yang kompetitif, mendapatkan keseimbangan waktu bekerja dan kehidupan pribadi, supervisor berkomunikasi secara terbuka dan jujur..

    Melalui riset Dale Carnegie Survey 2017 on Corporate Culture,  mendapatkan bahwa kultur perusahaan memberi dampak besar pada employee engagement dan kinerja karyawan. Kultur yang memberikan dampak berfokus pada penyediaan pelatihan karyawan, pembentukan kepercayaan kepada eksekutif puncak, penguatan hubungan antara karyawan dan manajer, penyusunan proses dan prosedur yang mendukung.

     

    Related posts

    Leave a Reply

    %d bloggers like this: