Google Analytics Alternative

Work Life Balance (WLB) dan Produktivitas Diri

Work Life Balance (WLB) dan Produktivitas Diri

Work life balance (WLB) adalah menjaga keseimbangan antara pekerjaan atau tangung jawab di tempat kerja dan di rumah. Fenomena WLB yang sering terjadi adalah ketika seorang individu tidak bisa menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaannya, dan hal tersebut dapat menimbulkan gangguan medis, psikologis. Salah satu gangguan psikologis yang diakibatkan karena terlalu sibuk akan pekerjaannya adalah stres, dan hal tersebut sangat berbahaya bagi kehidupan pekerja, karena dengan stres, seseorang mudah terserang penyakit terutama jantung dan stroke.

Di sisi lain, pemasalahan work life balance juga menjadi isu yang penting bagi manajemen di berbagai perusahaan. Ada beberapa permasalahan yang muncul akibat dari ketidakmampuan manajemen perusahaan dalam menerapkan work life balance pada karyawan, diantaranya:

  1. Meningkatnya absen pada karyawan
  2. Kegagalan dalam mengembangkan potensi karyawan
  3. Kurangnya inisiatif dan kreativitas
  4. Pelayanan yang buruk terhadap konsumen
  5. Perilaku karyawan yang buruk

Perusahaan yang secara aktif mendorong keseimbangan yang baik antara pekerjaan dan keluarga akan memiliki angka absensi yang lebih kecil, kesejahteraan dan produktivitas kerja-pun meningkat. Karyawan akan mendapat keuntungan dengan adanya keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawabnya di rumah, artinya karyawan merasa tidak ada yang dikorbankan antara pekerjaan atau tanggung jawab keluarga. Oleh karena itu, suatu organisasi penting untuk menerapkan aturan mengenai work life balance dalam memberikan kepuasan kerja, meningkatkan komitmen karyawan, serta mengurangi stres kerja pada karyawan.

Perusahaan mendapatkan keuntungan dari keseimbangan yang dialami oleh karyawannya, antara lain:

  1. Meningkatnya komitmen karyawan terhadap perusahaan
  2. Menurunnya tingkat turnover karyawan
  3. Menurunnya tingkat absen karyawan
  4. Meningkatnya kemampuan perusahaan dalam menarik dan merekrut staff
  5. Meningkatnya kesehatan dan keselamatan karyawan
  6. Menurunkan stres dan meningkatkan produktivitas

Selain perusahaan mendapatkan keuntungan dari keseimbangan antara kehidupan di rumah dan kehidupan di tempat kerja pada karyawannya, karyawan sebagai individu yang memiliki tanggung jawab di tempat kerja dan di rumah memiliki keuntungan, diantaranya:

  1. Meningkatkan fokus kerja
  2. Meningkatkan komitmen karyawan
  3. Menurunnya tingkat stress kerja

 

Berdasar fakta tersebut, dapat disimpulkan bahwa work life balance penting untuk diterapkan, dan hal tersebut tentunya tidak lepas dari peran serta individu dan organisasi. Peran serta individu dalam menerapkan work life balance dianataranya kemampuan mengelola stress, manajemen waktu, dan relaksasi. Sedangkan peran serta organisasi dalam mendukung work life balance dapat dilakukan dengan cara penerapan waktu yang ketat mengenai pulang kantor, libatkan para pekerja dalam kegiatan yang menyenangkan, serta hadirkan life motivator agar para pegawai bisa mengumpulkan kembali energinya. Kesuksesan suatu perusahaan tentunya tak lepas dari hasil kinerja setiap karyawan yang ada.

 

Related posts

Leave a Reply

%d bloggers like this: